5289377_20140128012633

Rokok menjadi salah satu pemicu munculnya pneumonia pada balita. Anak yang hidup dilingkungan yang terpapar asap rokok dikatakan Prof Dr dr Bambang Supriyatno SpA(K), dari UKK Respirologi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Departemen Ilmu Kesehatan Anak (IKA) FKUI-RSCM memiliki peluang lebih besar terkena pneumonia dibanding pada anak yang tak pernah terpapar asap rokok.
Peluangnya sama besar pada kasus anak yang tidak mendapatkan ASI ekslusif, tidak mendapat imunisasi dasar dan kurang gizi.
“Balita yang terpapar asap rokok dua sampai tiga kali akan mengalami kerusakan mukosa yang akan menjebol sistem pertahanan alami pada saluran nafas. Organ yang rusak adalah paru-paru,” jelas Bambang pada seminar media dalam rangka hari pneumonia sedunia yang dilakukan IDAI bertema Kenali dan Lawan Pneumonia-Pembunuh Balita No 1 di Indonesia, Jumat (9/11).
Karena itu jelas Bambang, anak-anak balita harus dilindungi dari paparan asap rokok. Perlindungan tersebut harus dilakukan sejak anak masih dalam kandungan dengan memastikan bahwa ibu hamil tidak menghisap asap rokok.
Pneumonia dikatakan Bambang sampai saat ini masih menjadi penyebab kematian utama pada balita didunia termasuk di Indonesia. WHO melansir 1,2 juta balita meninggal setiap tahunnya atau rata-rata 230 balita tiap jam meninggal akibat pneumonia. Sedang di Indonesia, data yang dilaporkan UNICEF 2012 menunjukkan bahwa 14 persen kematian pada balita atau sekitar 21 ribu anak meninggal karena pneumonia.
“Artinya rata-rata 58 balita per hari meninggal karena pneumonia,” lanjut Bambang..
Angka kematian akibat pneumonia tersebut dikatakan Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Dr Badriul Hegar PhD, SpA(K) melebihi angka kematian akibat AIDS, malaria dan tuberculosis (TB).
Meski angka kematian akibat pneumonia tergolong sangat tinggi, namun kata Badriul perhatian pemerintah, tenaga kesehatan dan masyarakat terhadap pneumonia masih sangat rendah. Sehingga WHO menyebutnya dengan forgotten killer in children – pembunuh anak-anak yang terlupakan.
Dalam kebanyakan kasus, penyebab utama pneumonia pada balita disebabkan oleh bakteri, virus dan penyebab lainnya. Cara penularannya melalui batuk,bersin dan berbicara.
Upaya menekan angka kasus pneumonia, Prof Cissy Kartasasmita, dari UKK Respirologi IDAI Departemen Ilmu Kesehatan RS Hasan Sadikin Bandung mengatakan perlunya ibu memberikan ASI eksklusif pada bayi untuk meningkatkan zat antibody, memastikan bahwa anak cukup mendapatkan gizi sesuai kebutuhannya, memberikan imunisasi dasar dan yang terpenting menghindarkan anak dari paparan asap rokok.

sumber